Minggu, 22 Desember 2013

TUGAS MAKALAH TI


MAKALAH
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI


Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mandiri
Mata Kuliah Teknologi Informasi



 



Oleh :

Nama       : Lilis syaripah
NIM          : 2119130062
Kelas       : I/D  BIOLOGI





FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI
UNIVERSITAS GALUH CIAMIS
2013


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Alloh SWT, karena atas ridho dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Teknologi Informasi yang berjudul “Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia"
Saya berharap makalah ini dapat bermanfaat untuk semua pihak, dan  dapat memberikan motivasi belajar yang lebih baik bagi mereka yang  membutuhkan informasi tentang perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan dimasa yang akan datang.

Ciamis, 01 Oktober 2013


Penyusun

 
RINGKASAN

Dalam makalah ini, saya akan memjelaskan pengertian dari Teknolgi Informasi, menyebutkan Komponensistem TI dan Klasifikasi sistem TI, serta Menjelaskan PerananTeknologi Informasi pada berbagai bidang keilmuan.
Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar (kamus Oxford, 1995) .
SistemTeknologiInformasiadalahsistem yang terbentuk sehubungan dengan penggunaan teknologi informasi.


  DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .........................................................................        I
RINGKASAN .....................................................................................          II
DAFTAR ISI ......................................................................................           iii
BAB I             PENDAHULUAN     .....................................................       1         
BAB II            PEMBAHASAN
                        Perkembangan Teknologi Informasi
1.    Pengertian Teknologi Informasi         .......................4
2.    Komponen Sistem Teknologi Informasi        ............7
3.    Klasifikasi Sistem Teknologi Informasi         ............8
4.    Peranan Teknologi Informasi ................................ 11
BAB III           PENUTUP 
1.    Simpulan.................................................................       28
2.    Saran......................................................................        28
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani.Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi.Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran. Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e seperti e-commercee-governmente-educatione-librarye-journale-medicinee-laboratorye-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.
Indonesia telah berkomitmen untuk memasuki dan mengimplementasikan teknologi informasi untuk pendidikan. Sejak tahun 90-an telah dilakukan berbagai macam ujii coba pendidikan berbasis TI terutama pada jenjang pendidikan tinggi (dikti) dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Targetnya adalah menjangkau seluruh jenjang dan jalur pendidikan.kebijakan pemanfaatan TI untuk pendidikan ini adalah terobosan yang dilakukan secara masal. strategi pemanfaatan TI dimulai dari jenjang pendidikan yang paling siap. Perguruan tinggi, telah memulai terlebih dahulu, kemudian pemberian akses dimulai dari jenjang SMA, SMK, dan SMP.Biasanya daerah perkotaan lebih siap untuk memulai, kemudian kita rembetkan ke daerah pedesaan.
        Perkembangan teknologi informasi berjalan seiring dengan perkembangan peradaban manusia yang dipengaruhi oleh perkembangan manusia dalam berkomunikasi atau memberikan informasi.
            Manusia sebagai makhluk sosial selalu melakukan komunikasi antara yang satu dengan yang lainnya. Cara manusia berkomunikasi terus berkembang sejak zaman prasejarah sampai saat ini. Pada zaman prasejarah manusia berkomunikasi dengan cara menggambarkan informasi yang mereka peroleh di dinding-dinding gua. Bangsa mesir kuno berkomunikasi dengan menggunakan huruf-huruf hoeroglif. Kemudian berkembang menggunakan serat papirus sebagai kertas yang digunakan sebagai media untuk menyampaikan informasi.
            Perkembangan teknologi dan informasi semakin pesat setelah ditemukannya telegraf oleh Samuel Finley Breese Morse, telepon oleh Alexander Graham Bell, radio oleh Guglielmo Marconi, dan keberhasilan Ferdinand Braun dalam mengembangkan sebuah tabung katado sinar X (CRT) yang kemudian digunakannya untuk membuat gambar televisi.
            Pada era globalisasi saat ini kita tida bisa menghindar bahkan menola kehadiran sebuah teknologi. Mau tidak mau kita dituntut untuk belajar menggunakan teknologi tersebut. Sebagai contoh, dahulu kalkulator merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk menghitung, namun dengan kemunculan komputer maka proses pengolahan data akan lebih efisien dan akurat jika menggunakan komputer.


BAB II
PERKEMBANGAN TEKNOLOG INFORMASI
1.    Pengertian Teknologi Informasi
Data merupakan salah satu hal utama yang dikaji dalam masalah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan.Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya.Data merupakan bahan mentah dari informasi.
Data menggambarkan sebuah representasi fakta yang tersusun secara terstruktur, dengan kata lain bahwa “Generally, data represent a structured codification of single primary entities, as well as of transactions involving two or more primary entities”. (Vercellis, 2009: 6). Selain deskripsi dari sebuah fakta, data dapat pula merepresentasikan suatu objek sebagaimana dikemukakan oleh Wawan dan Munir (2006: 1) bahwa “Data adalah nilai yang merepresentasikan deskripsi dari suatu objek atau kejadian (event)”.
     Informasi merupakan suatu hasil dari pemrosesan data menjadi sesuatu yang bermakna bagi yang menerimanya, sebagaimana dikemukakan oleh Vercellis (2009: 7) “Information is the outcome of extraction and processing activities carried out on data, and it appears meaningful for those who receive it in a specific domain.” Selain merupakan hasil dari pengolahan data, informasi juga menggambarkan sebuah kejadian, sebagaimana dikemukakan oleh Wawan dan Munir (2006: 1) bahwa “Informasi merupakan hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) dengan lebih berguna dan lebih berarti.”
Dengan demikian informasi dapat dijelaskan kembali sebagai data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerima dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan baik untuk saat ini maupun yang akan datang.
Proses menghasilkan informasi harus melalui tahapan-tahapan yang dilakukan komputer sebagai teknologi informasi. Tahapan-tahapan tersebut terdiri atas Input - Proses - Output yang disebut sebagai siklus proses informasi. Artinya, bila tahap telah sampai pada output maka output tersebut dapat dijadikan input kembali. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa informasi yang dihasilkan dapat pula dijadikan data kembali sebagai input untuk diproses selanjutnya


 Siklus pemrosesan data dan informasi


Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video.Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel).
Teknologi informasi adalah suatu tekenologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akuran dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Dalam perkembangan teknologi, ada beberapa pengertian tentang Teknologi Informasi, antara lain :
a.    Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu kita bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan data.
b.    Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, tetapi juga untuk mengirimkan informasi.
c.    Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputer dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video.

Pengolahan, penyimpanan dan penyebaran vokal, informasi bergambar, teks dan numerik oleh mikroelektronika berbasis kombinasi komputasi dan telekomunikasi.Istilah dalam pengertian modern pertama kali muncul dalam sebuah artikel 1958 yang diterbitkan dalam Harvard Business Review, di mana penulis Leavitt dan Whisler berkomentar bahwa "teknologi baru belum memiliki nama tunggal yang didirikan.Kita akan menyebutnya teknologi informasi (TI)."Beberapa bidang modern yang muncul sebagai teknologi informasi adalah generasi berikutnya teknologi web, bioinformatika, ''Cloud Computing'', sistem informasi global, Skala besar basis pengetahuan dan lain-lain.

2.    Komponen Sistem Teknologi Informasi 
s    Sistem Teknologi Informasi adalah sistem yang terbentuk sehubungan dengan penggunaan teknologi informasi. Komponen utama sistem teknologi informasi yaitu:
                1. Perangkat Keras (Hardware)
                    Perangkat Keras yang berfungsi untuk memasukan data, antara lain :
                         a. Keyboard
                         b. Mouse
                         c. Scanner
                         d. Kamera digital
                         e. Mic (Microphone)
                         f. Joystick
                         g. Video 
               2. Perangkat Lunak (Software)
                   Perangkat lunak atau program merupakan intruksi yang menunjukkan langkah demi langkah yang mengarahkan komuputer untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang diharapkan oleh pembuat program tersebut (pemrogram).
     Pada umumnya perangkat lunak (software) dikategorikan menjadi 2 jenis, yaitu :
           a. Perangkat Lunak Sistem (system software)
               Seperangkat intruksi yang berfungsi untuk mengkoordinasikan dan mengendalikan 
               penggunaan perangkat keras serta untuk mendukung pelaksanaan (eksekusi)
               pernagkat lunak aplikasi. Perangkat lunak sistem meliuti sistem pengoperasian 
               (operating system), utilities, compiler, assembler, penginterprestasi, sistem 
               pengolahan data (data base) dan sistem manajemen.
           b. Perangkat Lunak Aplikasi
               Perangkat lunak aplikasi adalah program-program yang ditulis untuk atau oleh 
               pemakai agar mereka dapat melaksanakan tugas atau pekerjaan mereka seperti
               pemrosesan atau utang.
3.    Brainware
Orang yang menjalankan program.

3.    Klasifikasi Sistem Teknologi Informasi
Sistem teknologi informasi dapat dibedakan dengan berbagai cara
pengklasifikasian. Menurut Abdul Kadir dan Terra TI dapat
diklasifikasikan atas :

1)    Berdasarkan Fungsi Sistem
a.    Sistem teknologi informasi yang melekat (embedded IT system) adalah system teknologi informasi yang melekat pada produk lain.
b.    Sistem teknologi informasi yang khusus (dedicated IT system) adalah teknologi informasi yang dirancang untuk melakukan tugas-tugas khusus. Contoh: ATM
c.     Sistem teknologi informasi serbaguna (general purpose IT system) adalah system teknologi informasi yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai aktifitas yang bersifat umum. Contoh: PC

2)    Berdasarkan kemampuan dan ukurannya
a)    Super computer (Komputer Super)
Super computer adalah jenis komputer yang memiliki kecepatan proses paling cepat. Bisa digunakan untuk menangani aplikasi yang melibatkan perhitungan yang kompleks, misalkan untuk peramalan cuaca dan perancangan roket. Diantara jenis komputer super yang terkenal adalah Cray (buatan Cray Research, Inc.) dan IBM ASCI White (buatan IBM / International Business Machine) yang dipasarkan di Lawrence Livermore Laboratory, Livermore California dan digunakan untuk melaksanakan simulasi pengujian nuklir oleh Departemen Energi Amerika Serikat. Komputer ini memiliki 8.192 prosesor Power 3 dan dapat memproses 12,3 triliun intruksi perdetik, membutuhkan tempat seluas 1.200 kaki kuadrat.

b)   Mainframe Komputer
Mainframe/ bisa juga disebut komputer besar, merupakan jenis komputer yang digunakan pada perusahaan skala besar untuk menangani pemrosesan data dengan volume sangat besar. Perusahaan komputer yang menjadi pemain utama pada kelas komputer ini adalah IBM S/390 Parallel Enterprise Server. Pada umumnya mainframe hanya digunakan sebagai server yang dapat mengelola ribuan terminal pada suatu perusahaan. Perusahaan komputer yang memproduksi mainframe adalah IBM, Fujitsu, dan Unisys. 

c)    Workstation
Komputer Workstation (Terminal kerja) merupakan mesin yang powerfull. Artinya di komputer ini segala pekerjaan diselesaikan. Komputer-komputer ini mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan aplikasi perhitungan yang rumit. Pada sistem yang menggunakan Novell Netware, workstation berarti PC yang berkedudukan sebagai clien. Namun, workstation adalah jenis komputer yang lebih ampuh dan berkecepatan tinggi dari pada kebanyakan PC. Komputer-komputer ini menggunakan UNIX atau beberapa operating system/sistem operasi NT. Komputer-komputerinidilengkapidenganprosesor RISC yang powerful seperti Digital Alpha atau MIPS. Perusahaan yang memproduksi komputer workstation adalah IBM, NEC, dan Sun Microsystems. Contohnya seperti pada film Jurassic Park III dan Pearl Harbour dibuat dengan menggunakan komputer jenis workstation untuk mendapatkan efek tiga dimensi.

d)   Mikrokomputer (Komputer Mini)
Komputer mikro adalah komputer personal (personal computer/PC) yang umumnya single user atau stand alone, namun saat ini telah banyak PC yang dilengkapi dengan peripheral card untuk koneksi jaringan atau internet. PC biasanya berupa desktop, yaitu komputer yang biasanya digunakan di meja tempat bekerja atau belajar. Dengan perkembangan teknologi hardware PC saat ini menjadi semakin kecil dan portabel seperti notebook yang memiliki kemampuan sama dengan PC desktop. Oleh sebagian orang, notebook disebut sebagai laptop yang memiliki arti yang sama. Bahkan saat ini juga terdapat PC tablet, personal Data Asistant (PDA) atau PC saku (pocket PC) yang kemampuannya hampir sama dengan notebook.

e)    Microcontroller 
Mikrokontroler atau sering disebut sebagai embedded computer merupakan mikroprosesor khusus yang berukuran kecil yang biasa dipasang pada peralatan elektronis cerdas, seperti mobil dan lift. Mikroprosesor ini membuat peralatan dapat diprogram. Perusahaan yang terkenal nenproduksi adalah Motorola dan Texas Instrument.

3)    Berdasarkan Data Yang diolah
Berdasarkan data yang diolah :
a.    Komputer Analog
Komputer yang digunakan untuk mengolah data yang berbentuk fisik. Komputer ini memiliki kelebihan dapat menerima data dalam besaran fisik sehingga dapat langsung diolah tanpa harus mengonversinya terlebih dahulu, namun data yang dihasilkan kurang akurat.
b.    Komputer digital
Komputer yang digunakan untuk mengolah data, berupa angka dan huruf yang merupakan bahasa mesin. Komputer ini memiliki kelebihan , data yang dihasilkan mempunyai keakuratan yang tinggi.
c.    Komputer Hybrid
Komputer hybrid merupakan kombinasi antara komputer analog dan komputer digital. Komputer jenis ini digunakan untuk aplikasi khusus, misalnya bidang kedokteran.

4.    Peranan Teknologi Informasi
Peran teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Karena perkembangan teknologi sudah semakin pesat sehingga kebutuhan masnusia akan teknologi juga semakin banyak. Salah satu saat ini yang memanfaatkan teknologi informasi adalah perusahaan.
Peran teknologi informasi pada saat ini tidak hanya diperuntukan bagi organisasi melainkan untuk kebutuhan perseorangan. Bagi organisasi teknologi informasi dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam mencapai keunggulan kompetitif sedangkan bagi perseorangan teknologi informasi digunakan untuk mencapai keunggulan pribadi termasuk mencari pekerjaan. Teknologi informasi telah dimanfaatkan hampir dalam setiap aspek kehidupan diantaranya :
a)    Peranan Teknologi Informasi di bidang Perbankan
Di dunia perbankan, teknologi informasi sangat terasa kehadirannya dalam sistem online yang didukung oleh teknologi komputer dan telekomunikasi sehingga mempermudah pada nasabah dalam pengambilan uang di kantor cabang pada bank yang sama dan di mana saja. Apalagi dengan adanya sistem ATM (Anjungan Tunai Mandiri atau Automatic Teller Machine) yang mempermudah para nasabah dalam mengambil uang tanpa bergantung pada hari kerja bank. Bahkan ada perbankan yang bekerja sama untuk membuat ATM bersama dengan tujuan untuk mempermudah para nasabah mengambil uang di ATM walaupun dari bank yang berbeda.
Perbankan juga membangun fasilitas baru yang memungkinkan nasabah memeriksa saldo tabungan dengan telepon  yang langsung berinteraksi dengan mesin yang siap melayani kapan saja dan dimana saja. Layanan ini dikenal dengan istilah sms banking. Hanya dengan mengirim sms ke nomor tertentu yang disediakan bank, nasabah dapat melakukan transaksi seperti pengecekan saldo, transfer uang, dan pembayaran tagihan.
Nasabah juga dapat melakukan transaksi yang diinginkan melalui layanan internet banking dengan masuk ke situs web yang disediakan oleh bank.
Saat ini telah banyak para pelaku ekonomi, khususnya di kota-kota besar yang tidak lagi menggunakan uang tunai dalam transaksi pembayarannya, tetapi telah memanfaatkan layanan perbankan modern.Layanan perbankan modern yang hanya ada di kota-kota besar ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan ekonomi saat ini yang masih terpusat di kota-kota besar saja, yang menyebabkan perputaran uang juga terpusat di kota-kota besar.Sehingga sektor perbankan pun agak lamban dalam ekspansinya ke daerah-daerah.Hal ini sedikit banyak disebabkan oleh kondisi infrastruktur saat ini selain aspek geografis Indonesia yang unik dan luas.
Untuk menunjang keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada teknologi informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia berada selama masih ada layanan ATM dari bank tersebut, atau seorang nasabah dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dilakukan
b)   Peranan Teknologi Informasi di Bidang Pendidikan (e-education)
Kehadiran dan kecepatan Perkembangan teknologi informasi atau TI di Indonesia telah menyebabkan terjadinya proses perubahan dramatis dalam segala aspek kehidupan. Kehadiran TI tidak memberikan pilihan lain kepada dunia pendidikan selain turut serta dalam memanfaatkannya. TI sekarang ini memungkinkan terjadinya proses komunikasi yang bersifat global dari dan ke seluruh penjuru dunia sehingga batas wilayah suatu negara menjadi tiada dan negara – negara di dunia terhubungkan menjadi satu kesatuan yang disebut global village atau desa dunia. Melalui Pemanfaatan TI, siapa saja dapat memperoleh layanan pendidikan dari institusi pendidikan mana saja. di mana saja, dan kapan saja dikehendaki.
Dunia pendidikan dapat memanfaatkan berkembangnya TI ini dengan sebaik – baiknya dan semestinya. Pemanfaatan TI dalam pembelajaran dipercaya dapat:
a.       meningkatkan kualitas pembelajaran,
b.      mengembangkan keterampilan TI (IT skills) yang diperlukan oleh siswa ketika  bekerja dan dalam  kehidupannya nanti,
c.       memperluas akses terhadap pendidikan dan Pembelajaran,
d.      menjawab the technological imperative” (keharusan berparpartisipasi dalam TI).
e.       mengurangi biaya pendidikan.
f.       meningkatkan rasio biaya manfaat dalam pendidikan.

Sistem pendidikan yang tidak memanfaatkan TI akan menjadi kadaluarsa dan kehilangan kredibilitasnya. Namun, di sisi lain ada juga pendapat yang menyatakan bahwa situasi ini lebih disebabkan oleh adanya konspirasi yang mengakibatkan terjadinya ketergantungan dunia pendidikan terhadap TI. Kedua pendapat itu tidak perlu diperdebatkan karena memiliki kesahihan tersendiri dan persepektif yang berbeda.Justru, yang seharusnya menjadi perhatian adalah bagaimana dampak TI terhadap sistem pendidikan, terutama sistem pembelajaran, serta bagaimana strategi Pemanfaatan TI dalam pembelajaran?Tentunya, untuk semua itu diperlukan langkah – langkah strategis agar dapat diperoleh hasil yang optimal.
Pembelajaran merupakan salah satu subsistem yang tidak luput dari arus perubahan yang disebabkan oleh kehadiran TI yang sangat intrusive.Dengan segala atributnya, TI menjadi hal yang tidak dapat dihindarkan lagi dalam sistem pembelajaran di kelas.Beragam kemungkinan ditawarkan oleh TI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Di antaranya ialah :
1)    TI untuk peningkatan dan pengembangan kemampuan profesional tenaga pengajar,
2)    TI sebagai sumber belajar dalam pembelajaran,
3)    TI sebagai alat bantu interaksi pembelajaran. dan
4)    TI sebagai wadah pembelajaran, termasuk juga perubahan paradigma pembelajaran yang diakibatkan oleh pemanfatan TI dalam pembelajaran.
c)    Peranan Teknologi Informasi di Bidang Kedokteran (Medis)
Kesehatan merupakan salah satu bidang yang paling menjanjikan untuk ditingkatkan dengan bantuan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan di negara-negara berkembang untuk memfasilitasi konsultasi, diagnosa, dan pengobatan jarak jauh (telemedicine).  Para dokter di tempat-tempat terpencil dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman profesional sejawatnya di lembaga rujukan di perkotaan. Pekerja-pekerja kesehatan di negara berkembang dapat mengakses pelatihan medis yang relevan melalui mekanisme yang dimungkinkan oleh teknologi informasi. Beberapa situs baru di internet mengenai malaria digunakan pakar kesehatan untuk menyebarluaskan modul-modul ajar dan uji (teach and test) yang inovatif untuk mengukur kesehatan sendiri. Bank data terpadu yang dihubungkan jaringan teknologi informasi memungkinkan para pekerja kesehatan mengikuti perkembangan yang melaju pesat di bidang kesehatan.
Teknologi informasi yang diaplikasikan pada bidang medis dapat digunakan untuk menangani transaksi yang berhubungan dengan karyawan, juru medis, dan pasien. Seperti digunakan untuk mencatat hasil rekaman medis pasien secara elektronis, mencari informasi tentang seorang pasien apakah masih menginap di rumah sakit atau tidak serta ada di kamar mana, pengunjung dapat berinteraksi secara langsung dengan terminal yang telah disediakan untuk keperluan itu. Teknologi informasi juga digunakan untuk mencatat CT Scan (Computer Tomography), yaitu peralatan yang mampu memotret bagian dalam dari seorang pasien tanpa melakukan pembedahan, yakni dengan menggunakan teknologi sinar X.
d)   Peranan Teknologi Informasi di Bidang Kepolisian
Kepolisian menggunakan teknologi informasi untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti dalam proses pembuatan SIM yang melibatkan komputer, kamera digital, perekam sidik jari,dan pencetak kartu SIM yang dimungkinkan pembuatannya hanya dalam waktu singkat.
Teknologi pengenalan wajah (Face recognition) dapat digunakan untuk mengenali wajah-wajah para pelaku tindak kriminal yang telah tersimpan dalam basis data didasarkan pada suatu sketsa wajah atau foto.
e)    Peranan Teknologi Informasi di Bidang Perdagangan
Sampai dua ratus tahun yang lalu ekonomi dunia bersifat agraris dimana salah satu ciri utamanya adalah tanah merupakan faktor produksi yang paling dominan.Sesudah terjadi revolusi industri, dengan ditemukannya mesin uap, ekonomi global ber-evolusi ke arah ekonomi industri dengan ciri utamanya adalah modal sebagai faktor produksi yang paling penting. Menjelang peralihan abad sekarang inl, cenderung manusia menduduki tempat sentral dalam proses produksi, karena tahap ekonomi yang sedang kita masuki ini berdasar pada pengetahuan (knowledge based) dan berfokus pada informasi (information focused). Dalam hal ini teknologi informasi memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology).
Kemajuan teknologi informasi begitu pesat, sehingga memungkinkan diterapkannya cara-cara baru yang lebih efisien untuk produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke dalam Masyarakat atau Ekonomi Informasi. Masyarakat baru ini juga sering disebut sebagai masyarakat pasca industri.
Apapun namanya, dalam era informasi, jarak fisik atau jarak geografis tidak lagi menjadi faktor dalam hubungan antar manusia atau antar lembaga usaha, sehingga jagad ini menjadi suatu dusun semesta atau “Global village”.Sehingga sering kita dengar istilah “jarak sudah mati” atau “distance is dead” makin lama makin nyata kebenarannya.
f)     Peranan Teknologi Informasi di Bidang Perancangan Produk
Merancang produk dengan teknologi informasi merupakan sesuatu yang telah umum dilakukan. Dengan menggunakan perangkat lunak yang bernama CATIA (Computer Aided Three Dimensional Interactive Application) buatan Dassault System, Prancis, sebuah pabrik dapat merancang mobil atau pesawat terbang tanpa menggunakan kertas. Dodge dan Daimler Crysler merupakan contoh perusahaan yang mengandalkan perangkat lunak ini untuk mewujudkan desain mobil beserta komponen-komponennya dan bahkan untuk mengujinya.
Boeing Company, industri pesawat terbang terbesar di Amerika , juga menggunakan CATIA untuk merancang pesawat terbang. Hal yang menarik adalah dengan menggunakan software tersebut perusahaan ini membuat inovasi yang melibatkan pelanggan dalam melaksanakan perancangan dan pengujian. Software yang digunakan oleh industri pesawat terbang di Indonesia IPTN. Sementara itu PT. PAL Indonesia telah lama menggunakan perangkat lunak CAD-CAM bernama Foran untuk mendesain dan membuat kapal.
Selain itu, perancang rumah dapat menggunakan perangkat lunak yang khusus ditujukan untuk keperluan itu, misalnya 3D Home Architect (Broderbund Software.inc), dengan program ini perancang dapat membuat tata letak ruangan kemudian melihat hasilnya dalam bentuk tiga dimensi.

g)   Peranan Teknologi Informasi di Bidang Pemerintahan (e-government).
E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Bisa merupakan suatu proses transaksi bisnis antara publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi dan jaringan internet, lebih umum lagi dikenal sebagaiworld wide web. Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G (Government to Government). Manfaat e-government yang dapat dirasakan antara lain:
(1)  Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.
(2)  Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum.
Adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik.Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak.
(3)  Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan
adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya.
(4)  Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference. Bagi Indonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa kesemuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus terbang ke Jakarta untuk pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam saja.
Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on- line antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan informasi terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik.Dalam sektor pemerintah, perubahan lingkungan strategis dan kemajuan teknologi mendorong aparatur pemerintah untuk mengantisipasi paradigma baru dengan upaya peningkatan kinerja birokrasi serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya pemerintah yang baik (good govermance).Hal terpenting yang harus dicermati adalah sektor pemerintah merupakan pendorong serta fasilitator dalam keberhasilan berbagai kegiatan pembangunan, oleh karena itu keberhasilan pembangunan harus didukung oleh kecepatan arus data dan informasi antar instansi agar terjadi keterpaduan sistem antara pemerintah dengan pihak penggunan lainnya.Upaya percepatan penerapan e- Government, masih menemui kendala karena saat ini belum semua daerah menyelenggarakannya.Apalagi masih ada anggapan e-Government hanya membuat web site saja sosialisasinya tidak terlaksana dengan optimal. Namun berdasarkan Inpres, pembangunan sistem informasi pemerintahan terpadu ini akan terealisasi sampai tahun 2005 mendatang. Kendati demikian yang terpenting adalah menghapus opini salah yang menganggap penerapan e-Government ini sebagai sebuah proyek, padahal merupakan sebuah sistem yang akan memadukan subsistem yang tersebar di seluruh daerah dan departemen.
h)   Peranan Teknologi Informasi di Bidang Sosial
Dalam masyarakat miskin, kelompok yang kurang beruntung dan terpinggirkan biasanya mengalami kendala dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi, sama seperti kesulitan mereka dalam memperoleh dan memanfaatkan sumber-sumber daya lainnya.
Teknologi informasi dalam bentuk komunitas multimedia atau telecentre, terutama di tingkat pedesaan dapat bertindak sebagai titik akses untuk keterhubungan komunitas, pengembangan kemampuan lokal, pengembangan materi dan komunikasi. Juga berfungsi sebagai pusat penerapan strategi teknologi informasi seperti pendidikan jarak jauh, layanan informasi kesehatan jarak jauh, bantuan untuk usaha-usaha kecil, menengah dan kredit mikro, promosi e-commerce, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan wanita dan remaja. Jika layanan-layanan demikian memiliki kepedulian akan masyarakat yang sangat miskin, maka efektifitas teknologi informasi dapat diarahkan kepada mereka. Mereka menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat miskin akan program-program pemerintah dan bantuan-bantuan yang menjadi hak mereka.

i)     Peranan Teknologi Informasi di Bidang Kebudayaan
Teknologi informasi dapat menguntungkan, sekaligus mengancam kebudayaan indonesia. Mengancam, karena dapat menggulung kebudayaan-kebudayaan setempat dalam proses globalisasi yang tak terbendung. Akan tetapi teknologi juga dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk membantu kelompok-kelompok yang terancam agar dapat menghadapi arus globalisasi secara positif dan sesuai dengan kemauan mereka. Mereka ingin agar teknologi informasi dan komunikasi meluruskan ketimpangan dengan merekam sejarah lisan dan silsilah mereka.

j)     Peranan Teknologi Informasi dalam menciptakan Lapangan Kerja
Berkat pemanfaatan teknologi informasi maka terbuka dua bidang lapangan kerja. Pertama, para pencari pekerjaan dapat menggunakan teknologi informasi untuk mencari peluang kerja di kota atau daerah terdekat. Kedua, mereka dapat melakukan pekerjaan baru yang tercipta akibat pemakaian teknologi informasi. Masyarakat miskin di pedesaan kekurangan kesempatan kerja karena kebanyakan mereka tidak dapat mengakses informasi tentang hal itu. Salah satu manfaat teknologi informasi adalah menyediakan layanan online untuk menawarkan kesempatan kerja melalui pertukaran informasi kesempatan kerja secara elektronik di kantor ketenagakerjaan atau instansi penempatan kerja lainnya
.
k)    Peranan Teknologi Informasi di Bidang Pertanian
Teknologi informasi dapat memberikan informasi yang berharga kepada para petani dalam bentuk pemeliharaan tanaman dan hewan, pemberian pupuk dan pakan hewan, pengurangan dampak kemarau, pemberantasan hama, irigasi, ramalan cuaca, sumber benih dan harga pasaran. Kegunaan teknologi informasi juga menguntungkan para petani dalam hal memungkinkan mereka ikut serta dalam kegiatan advokan dan kooperasi.

Penggunaan IT dalam sebuah organisasi sangatlah penting, untuk menerapkan IT haruslah dilihat karakteristik organisasi tersebut. Apakah dengan IT mampu meningkatkan efisiensi sebuah perusahaan, sehingga dalam penerapan IT dibutuhkan orang yang handal yang dapat berjalan dengan baik. Peran teknologi informasi bagi sebuah perusahaan dapat kita lihat dengan menggunakan kategori yang diperkenalkan oleh G.R. Terry, ada 5 peranan mendasar teknologi informasi di sebuah perusahaan, yaitu:
1)    Fungsi Operasional akan membuat struktur organisasi menjadi lebih ramping telah diambil alih fungsinya oleh teknologi informasi. Karena sifat penggunaannya yang menyebar di seluruh fungsi organisasi, unit terkait dengan manajemen teknologi informasi akan menjalankan fungsinya sebagai supporting agency dimana teknologi informasi dianggap sebagai sebuah firm infrastructure.

2)    Fungsi Monitoring and Control mengandung arti bahwa keberadaan teknologi informasi akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan aktivitas di level manajerial embedded di dalam setiap fungsi manajer, sehingga struktur organisasi unit terkait dengannya harus dapat memiliki span of control atau peer relationship yang memungkinkan terjadinya interaksi efektif dengan para manajer di perusahaan terkait.

3)     Fungsi Planning and Decision mengangkat teknologi informasi ke tataran peran yang lebih strategis lagi karena keberadaannya sebagai enabler dari rencana bisnis perusahaan dan merupakan sebuah knowledge generator bagi para pimpinan perusahaan yang dihadapkan pada realitas untuk mengambil sejumlah keputusan penting sehari-harinya. Tidak jarang perusahaan yang pada akhirnya memilih menempatkan unit teknologi informasi sebagai bagian dari fungsi perencanaan dan/atau pengembangan korporat karena fungsi strategis tersebut di atas.

4)    Fungsi Communication secara prinsip termasuk ke dalam firm infrastructure dalam era organisasi moderen dimana teknologi informasi ditempatkan posisinya sebagai sarana atau media individu perusahaan dalam berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi, dan berinteraksi.

5)    Fungsi Interorganisational merupakan sebuah peranan yang cukup unik karena dipicu oleh semangat globalisasi yang memaksa perusahaan untuk melakukan kolaborasi atau menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan lain. Konsep kemitraan strategis atau partnerships berbasis teknologi informasi seperti pada implementasi Supply Chain Management atau Enterprise Resource Planning membuat perusahaan melakukan sejumlah terobosan penting dalam mendesain struktur organisasi unit teknologi informasinya. Bahkan tidak jarang ditemui perusahaan yang cenderung melakukan kegiatan pengalihdayaan atau outsourcing sejumlah proses bisnis terkait dengan manajemen teknologi informasinya ke pihak lain demi kelancaran bisnisnya. Tipe dan fungsi peranan teknologi informasi ini secara langsung akan berpengaruh terhadap rancangan atau desain struktur organisasi perusahaan; dan struktur organisasi departemen, divisi, atau unit terkait dengan system informasi, teknologi informasi, dan manajemen informasi.


Ada 6 Fungsi dari Teknologi Informasi:
a.    Menangkap (Capture), Mengkompilasikan catatan - catatan rinci dari aktivitas - aktivitas. Misalnya menerima inputan dari keyboard, scanner, mic, dsb.
b.    Mengolah (Processing), Mengolah/memproses data masukan yang diterima untuk menjadi informasi. Pengolahan/pemrosesan data dapat berupa mengkonversi(mengubah data ke bentuk lain), menganalisis (analisa kondisi), menghitung (kalkulasi), mensintesis (penggabungan) segala bantuk data dan informasi.
c.     Menghasilkan (Generating), Menghasilkan atau mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk yang berguna. Misalnya laporan-laporan, table, grafik, dsb.
d.    Menyimpan (Storage) ,Merekam atau menyimpan data dan informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Misalnya : simpan ke harddisk, tape, disket, CD, dsb.
e.    Mencari kembali (Rertrival), menelusuri, mendapat kembali informasi atau mengkopi (Copy) data dan informasi yang sudah tersimpan. Misalnya mencari kembali supplier yang sudah lunas, dsb.
f. Mentransmisi (Transmision), mengirim data dan informasi dari suatu lokasi ke lokasi lain melalui jaringan komputer. Misalnya mengirimkan data penjualan dari user A ke user lainnya, dsb.
Dampak yang diberikan dari teknologi informasi antara lain:
Dampak Positif:
a)    Informasi yang disampaikan lebih up to date dan akurat karena prosesnya cepat
b)    Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
c)    Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web / jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
d)    Dengan internet dapat menghemat biaya dan tenaga yang dikeluarkan bila dibandingkan dengan bertukar informasi melaluipos surat.
e)    Komunikasi jarak jauh pun menjadi sangat cepat dan praktis.
f)     Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
g)    Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.

Dampak Negatif:
a)    Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun.Internet pun tidak luput dari serangan penipu.Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
b)    Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.


c)    Perjudian
Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya.
d)    Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
e)    Carding
Pembajakan kode kartu kredit yang dilakakukan para penjahat ketika pengguna sedang menggunakan transaksi online(real time).


BAB III
PENUTUP

3.1. Simpulan
Perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan baik berupa LAN ataupun WAN dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat. Hal ini, bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai bidang,  juga jumlah SDM berkemampuan di bidang teknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.
Peran Teknologi Informasi dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Teknologi informasi banyak berperan dalam bidang-bidang antara lain :e-commercee-governmente-educatione-librarye-journale-medicinee-laboratorye-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.

3.1. Saran
            Semogamalakah yang saya buat tentang teknologi informasi dapat bermanfaat untuk semua pihak dalam hal yang positif, agar bisa membangun yang lebih baik.



DAFTAR PUSTAKA

Garrardus Polia 2O01. Penerpan e-Education diperguruan tinggi Tantangan Perkembangan
Tehnologi Informasi . Makalah seminar Nasional Matematika XI di Universitas Negeri Malang.
Khoiruddin Bashori. 2001 Kelas Bukan “Kuburan”. Majalah Gerbang: Majalah
Natakusumah, E.K.2002. “Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia.”, Pusat
Penelitian informatika – LIPI Bandung.
Natakusumah, E.K. 2002 “Perkembangan Teknologi Informasi untuk Pembelajaran Jarak
Jauh.”, Orasi Ilmiah disampaikan pada Wisuda STMIK BANDUNG.
Prayoto, 2002 “Menyoal Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia”, Fakultas Teknik
UNIKOM, Bandung
Surya Muhammad. Potensi Tehnologi dan komunikasi dalam peningkataan mutu
pembelajaran di kelas. Pustekkom Depdiknas, 2006
The World Bank Group, E-government definition; http://www1. worldbank.org/publicsektor/
egov/definition.htm.
Tim Koordinasi Telematika Indonesia. 2001 “Kerangka Teknologi Informasi Nasional”,
Jakarta, Teknologi Informasi dan Komunikasi 1. 2007
Mahfud Ali. Gunawan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar