MAKALAH
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
Diajukan
untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mandiri
Mata
Kuliah Teknologi Informasi
Oleh
:
Nama : Lilis syaripah
NIM : 2119130062
Kelas : I/D
BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI
UNIVERSITAS GALUH CIAMIS
2013
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur saya panjatkan ke hadirat Alloh SWT, karena atas ridho dan
hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Teknologi
Informasi yang berjudul “Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia"
Saya
berharap makalah ini dapat bermanfaat untuk semua pihak, dan dapat memberikan motivasi belajar yang lebih
baik bagi mereka yang membutuhkan
informasi tentang perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia.
Saya
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saya
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan dimasa
yang akan datang.
Ciamis,
01 Oktober
2013
Penyusun
RINGKASAN
Dalam
makalah ini, saya akan memjelaskan pengertian dari Teknolgi Informasi, menyebutkan Komponensistem TI dan Klasifikasi sistem TI, serta Menjelaskan PerananTeknologi Informasi pada
berbagai bidang keilmuan.
Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan
elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan
mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan
gambar (kamus Oxford, 1995) .
SistemTeknologiInformasiadalahsistem
yang terbentuk sehubungan dengan penggunaan teknologi informasi.
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
......................................................................... I
RINGKASAN
..................................................................................... II
DAFTAR
ISI
...................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
Perkembangan Teknologi Informasi
1.
Pengertian Teknologi
Informasi .......................4
2.
Komponen Sistem Teknologi Informasi ............7
3.
Klasifikasi Sistem Teknologi
Informasi ............8
4.
Peranan Teknologi Informasi ................................ 11
BAB
III PENUTUP
1.
Simpulan................................................................. 28
2.
Saran...................................................................... 28
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan
untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,
memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang
berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang
digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan
informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan
seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan
satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan
teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara
global.Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah
mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang
kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani.Kemudian untuk profesi seperti sains,
teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi.Sarana kerjasama
antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang
lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi,
ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.
Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari
kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan
e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara
elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai
dengan awalan e seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy,
dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.
Indonesia telah berkomitmen untuk memasuki dan
mengimplementasikan teknologi informasi untuk pendidikan. Sejak tahun 90-an
telah dilakukan berbagai macam ujii coba pendidikan berbasis TI terutama pada
jenjang pendidikan tinggi (dikti) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Targetnya adalah menjangkau seluruh jenjang dan jalur pendidikan.kebijakan
pemanfaatan TI untuk pendidikan ini adalah terobosan yang dilakukan secara
masal. strategi pemanfaatan TI dimulai dari jenjang pendidikan yang paling
siap. Perguruan tinggi, telah memulai terlebih dahulu, kemudian pemberian akses
dimulai dari jenjang SMA, SMK, dan SMP.Biasanya daerah perkotaan lebih siap
untuk memulai, kemudian kita rembetkan ke daerah pedesaan.
Perkembangan
teknologi informasi berjalan seiring dengan perkembangan peradaban manusia yang
dipengaruhi oleh perkembangan manusia dalam berkomunikasi atau memberikan
informasi.
Manusia
sebagai makhluk sosial selalu melakukan komunikasi antara yang satu dengan yang
lainnya. Cara manusia berkomunikasi terus berkembang sejak zaman prasejarah sampai
saat ini. Pada zaman prasejarah manusia berkomunikasi dengan cara menggambarkan
informasi yang mereka peroleh di dinding-dinding gua. Bangsa mesir kuno
berkomunikasi dengan menggunakan huruf-huruf hoeroglif. Kemudian berkembang
menggunakan serat papirus sebagai kertas yang digunakan sebagai media untuk
menyampaikan informasi.
Perkembangan
teknologi dan informasi semakin pesat setelah ditemukannya telegraf oleh Samuel
Finley Breese Morse, telepon oleh Alexander Graham Bell, radio oleh Guglielmo
Marconi, dan keberhasilan Ferdinand Braun dalam mengembangkan sebuah tabung
katado sinar X (CRT) yang kemudian digunakannya untuk membuat gambar televisi.
Pada era
globalisasi saat ini kita tida bisa menghindar bahkan menola kehadiran sebuah
teknologi. Mau tidak mau kita dituntut untuk belajar menggunakan teknologi
tersebut. Sebagai contoh, dahulu kalkulator merupakan salah satu alat yang
dapat digunakan untuk menghitung, namun dengan kemunculan komputer maka proses
pengolahan data akan lebih efisien dan akurat jika menggunakan komputer.
BAB II
PERKEMBANGAN TEKNOLOG INFORMASI
1.
Pengertian Teknologi
Informasi
Data merupakan salah satu hal utama yang
dikaji dalam masalah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).Data adalah
sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya
suatu pengolahan.Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka,
matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya.Data merupakan bahan mentah
dari informasi.
Data menggambarkan sebuah representasi fakta
yang tersusun secara terstruktur, dengan kata lain bahwa “Generally, data
represent a structured codification of single primary entities, as well as of
transactions involving two or more primary entities”. (Vercellis, 2009: 6).
Selain deskripsi dari sebuah fakta, data dapat pula merepresentasikan suatu
objek sebagaimana dikemukakan oleh Wawan dan Munir (2006: 1) bahwa “Data adalah
nilai yang merepresentasikan deskripsi dari suatu objek atau kejadian (event)”.
Informasi
merupakan suatu hasil dari pemrosesan data menjadi sesuatu yang bermakna bagi
yang menerimanya, sebagaimana dikemukakan oleh Vercellis (2009: 7) “Information
is the outcome of extraction and processing activities carried out on data, and
it appears meaningful for those who receive it in a specific domain.” Selain
merupakan hasil dari pengolahan data, informasi juga menggambarkan sebuah
kejadian, sebagaimana dikemukakan oleh Wawan dan Munir (2006: 1) bahwa
“Informasi merupakan hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang
menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) dengan lebih
berguna dan lebih berarti.”
Dengan demikian informasi dapat dijelaskan
kembali sebagai data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi
penerima dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan baik untuk saat ini maupun
yang akan datang.
Proses menghasilkan informasi harus melalui
tahapan-tahapan yang dilakukan komputer sebagai teknologi informasi.
Tahapan-tahapan tersebut terdiri atas Input - Proses - Output yang disebut
sebagai siklus proses informasi. Artinya, bila tahap telah sampai pada output
maka output tersebut dapat dijadikan input kembali. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa informasi yang dihasilkan dapat pula dijadikan data kembali
sebagai input untuk diproses selanjutnya
Siklus pemrosesan data dan
informasi
Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa
Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum
yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat,
mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI
menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan
video.Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi,
tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam
modern (misalnya ponsel).
Teknologi informasi adalah suatu tekenologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akuran dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Dalam perkembangan teknologi, ada
beberapa pengertian tentang Teknologi Informasi, antara lain :
a. Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu
kita bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan
pemrosesan data.
b. Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi
komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses
dan menyimpan informasi, tetapi juga untuk mengirimkan informasi.
c. Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan
komputer dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara
dan video.
Pengolahan, penyimpanan dan penyebaran vokal,
informasi bergambar, teks dan numerik oleh mikroelektronika berbasis kombinasi
komputasi dan telekomunikasi.Istilah dalam pengertian modern pertama kali
muncul dalam sebuah artikel 1958 yang diterbitkan dalam Harvard Business
Review, di mana penulis Leavitt dan Whisler berkomentar bahwa "teknologi
baru belum memiliki nama tunggal yang didirikan.Kita akan menyebutnya teknologi
informasi (TI)."Beberapa bidang modern yang muncul sebagai teknologi
informasi adalah generasi berikutnya teknologi web, bioinformatika, ''Cloud
Computing'', sistem informasi global, Skala besar basis pengetahuan dan
lain-lain.
2. Komponen Sistem
Teknologi Informasi
s Sistem Teknologi Informasi adalah sistem yang terbentuk sehubungan dengan penggunaan teknologi informasi. Komponen utama sistem teknologi informasi yaitu:
1. Perangkat Keras (Hardware)
Perangkat Keras yang berfungsi untuk memasukan data, antara lain :
a. Keyboard
b. Mouse
c. Scanner
d. Kamera digital
e. Mic (Microphone)
f. Joystick
g. Video
2. Perangkat Lunak (Software)
Perangkat lunak atau program merupakan intruksi yang menunjukkan langkah demi langkah yang mengarahkan komuputer untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang diharapkan oleh pembuat program tersebut (pemrogram).
Pada umumnya perangkat lunak (software) dikategorikan menjadi 2 jenis, yaitu :
a. Perangkat Lunak Sistem (system software)
Seperangkat intruksi yang berfungsi untuk mengkoordinasikan dan mengendalikan
penggunaan perangkat keras serta untuk mendukung pelaksanaan (eksekusi)
pernagkat lunak aplikasi. Perangkat lunak sistem meliuti sistem pengoperasian
(operating system), utilities, compiler, assembler, penginterprestasi, sistem
pengolahan data (data base) dan sistem manajemen.
b. Perangkat Lunak Aplikasi
Perangkat lunak aplikasi adalah program-program yang ditulis untuk atau oleh
pemakai agar mereka dapat melaksanakan tugas atau pekerjaan mereka seperti
pemrosesan atau utang.
3.
Brainware
Orang yang menjalankan program.
3. Klasifikasi Sistem
Teknologi Informasi
Sistem teknologi informasi dapat dibedakan dengan
berbagai cara
pengklasifikasian. Menurut Abdul Kadir dan Terra TI dapat
diklasifikasikan atas :
1) Berdasarkan Fungsi Sistem
a. Sistem teknologi informasi yang melekat (embedded IT
system) adalah system teknologi informasi yang melekat pada produk lain.
b. Sistem teknologi informasi yang khusus (dedicated IT
system) adalah teknologi informasi yang dirancang untuk melakukan tugas-tugas
khusus. Contoh: ATM
c. Sistem teknologi informasi serbaguna (general
purpose IT system) adalah system teknologi informasi yang dapat digunakan untuk
melakukan berbagai aktifitas yang bersifat umum. Contoh: PC
2) Berdasarkan kemampuan dan ukurannya
a)
Super computer (Komputer Super)
Super computer adalah jenis komputer yang memiliki
kecepatan proses paling cepat. Bisa digunakan untuk menangani aplikasi yang
melibatkan perhitungan yang kompleks, misalkan untuk peramalan cuaca dan
perancangan roket. Diantara jenis komputer super yang terkenal adalah Cray
(buatan Cray Research, Inc.) dan IBM ASCI White (buatan IBM / International
Business Machine) yang dipasarkan di Lawrence Livermore Laboratory, Livermore
California dan digunakan untuk melaksanakan simulasi pengujian nuklir oleh
Departemen Energi Amerika Serikat. Komputer ini memiliki 8.192 prosesor Power
3 dan dapat memproses 12,3 triliun intruksi perdetik, membutuhkan tempat seluas
1.200 kaki kuadrat.
b)
Mainframe Komputer
Mainframe/ bisa juga disebut
komputer besar, merupakan jenis komputer yang digunakan pada perusahaan skala
besar untuk menangani pemrosesan data dengan volume sangat besar. Perusahaan
komputer yang menjadi pemain utama pada kelas komputer ini adalah IBM S/390 Parallel Enterprise Server. Pada umumnya
mainframe hanya digunakan sebagai server yang dapat mengelola ribuan terminal
pada suatu perusahaan. Perusahaan komputer yang memproduksi mainframe adalah
IBM, Fujitsu,
dan Unisys.
c)
Workstation
Komputer Workstation (Terminal
kerja) merupakan mesin yang powerfull. Artinya di komputer ini segala pekerjaan
diselesaikan. Komputer-komputer ini mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan
aplikasi perhitungan yang rumit. Pada
sistem yang menggunakan Novell Netware, workstation berarti PC yang
berkedudukan sebagai clien. Namun, workstation adalah jenis komputer yang lebih
ampuh dan berkecepatan tinggi dari pada kebanyakan PC. Komputer-komputer ini menggunakan
UNIX atau beberapa operating system/sistem operasi NT. Komputer-komputerinidilengkapidenganprosesor RISC yang
powerful seperti Digital Alpha atau MIPS. Perusahaan yang memproduksi komputer
workstation adalah IBM, NEC, dan Sun Microsystems. Contohnya seperti pada film
Jurassic Park III dan Pearl Harbour dibuat dengan menggunakan komputer jenis
workstation untuk mendapatkan efek tiga dimensi.
d)
Mikrokomputer (Komputer Mini)
Komputer mikro adalah komputer personal (personal
computer/PC) yang umumnya single user atau stand alone, namun saat ini
telah banyak PC yang dilengkapi dengan peripheral card untuk
koneksi jaringan atau internet. PC biasanya berupa desktop, yaitu komputer yang
biasanya digunakan di meja tempat bekerja atau belajar. Dengan perkembangan
teknologi hardware PC saat ini menjadi semakin kecil dan portabel seperti
notebook yang memiliki kemampuan sama dengan PC desktop. Oleh sebagian orang,
notebook disebut sebagai laptop yang memiliki arti yang sama. Bahkan saat ini
juga terdapat PC tablet, personal Data Asistant (PDA) atau PC
saku (pocket PC) yang kemampuannya hampir sama dengan notebook.
e)
Microcontroller
Mikrokontroler atau sering disebut sebagai embedded
computer merupakan mikroprosesor khusus yang berukuran kecil yang
biasa dipasang pada peralatan elektronis cerdas, seperti mobil dan lift. Mikroprosesor ini membuat
peralatan dapat diprogram. Perusahaan yang terkenal nenproduksi adalah Motorola
dan Texas Instrument.
3)
Berdasarkan Data Yang diolah
Berdasarkan data yang diolah :
a. Komputer Analog
Komputer yang digunakan untuk mengolah data yang
berbentuk fisik. Komputer ini memiliki kelebihan dapat menerima data dalam
besaran fisik sehingga dapat langsung diolah tanpa harus mengonversinya
terlebih dahulu, namun data yang dihasilkan kurang akurat.
b. Komputer digital
Komputer yang digunakan untuk mengolah data, berupa
angka dan huruf yang merupakan bahasa mesin. Komputer ini memiliki kelebihan ,
data yang dihasilkan mempunyai keakuratan yang tinggi.
c. Komputer Hybrid
Komputer hybrid merupakan kombinasi antara komputer
analog dan komputer digital. Komputer jenis ini digunakan untuk aplikasi
khusus, misalnya bidang kedokteran.
4.
Peranan Teknologi Informasi
Peran teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari
sangat penting. Karena perkembangan teknologi sudah semakin pesat sehingga kebutuhan
masnusia akan teknologi juga semakin banyak. Salah satu saat ini yang
memanfaatkan teknologi informasi adalah perusahaan.
Peran teknologi informasi pada saat ini tidak
hanya diperuntukan bagi organisasi melainkan untuk kebutuhan perseorangan. Bagi
organisasi teknologi informasi dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam
mencapai keunggulan kompetitif sedangkan bagi perseorangan teknologi informasi
digunakan untuk mencapai keunggulan pribadi termasuk mencari pekerjaan.
Teknologi informasi telah dimanfaatkan hampir dalam setiap aspek kehidupan
diantaranya :
a)
Peranan Teknologi Informasi di bidang Perbankan
Di dunia
perbankan, teknologi informasi sangat terasa kehadirannya dalam sistem online
yang didukung oleh teknologi komputer dan telekomunikasi sehingga mempermudah
pada nasabah dalam pengambilan uang di kantor cabang pada bank yang sama dan di
mana saja. Apalagi dengan adanya sistem ATM (Anjungan Tunai Mandiri atau
Automatic Teller Machine) yang mempermudah para nasabah dalam mengambil uang
tanpa bergantung pada hari kerja bank. Bahkan ada perbankan yang bekerja sama
untuk membuat ATM bersama dengan tujuan untuk mempermudah para nasabah
mengambil uang di ATM walaupun dari bank yang berbeda.
Perbankan juga membangun
fasilitas baru yang memungkinkan nasabah memeriksa saldo tabungan dengan
telepon yang langsung berinteraksi
dengan mesin yang siap melayani kapan saja dan dimana saja. Layanan ini dikenal
dengan istilah sms banking. Hanya
dengan mengirim sms ke nomor tertentu yang disediakan bank, nasabah dapat
melakukan transaksi seperti pengecekan saldo, transfer uang, dan pembayaran
tagihan.
Nasabah juga
dapat melakukan transaksi yang diinginkan melalui layanan internet banking
dengan masuk ke situs web yang disediakan oleh bank.
Saat
ini telah banyak para pelaku ekonomi, khususnya di kota-kota besar yang tidak
lagi menggunakan uang tunai dalam transaksi pembayarannya, tetapi telah
memanfaatkan layanan perbankan modern.Layanan perbankan modern yang hanya ada
di kota-kota besar ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan ekonomi saat ini yang
masih terpusat di kota-kota besar saja, yang menyebabkan perputaran uang juga
terpusat di kota-kota besar.Sehingga sektor perbankan pun agak lamban dalam
ekspansinya ke daerah-daerah.Hal ini sedikit banyak disebabkan oleh kondisi
infrastruktur saat ini selain aspek geografis Indonesia yang unik dan luas.
Untuk
menunjang keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti
bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses
dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada teknologi
informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun
dia berada selama masih ada layanan ATM dari bank tersebut, atau seorang
nasabah dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang
lain hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dilakukan
b)
Peranan Teknologi Informasi di Bidang Pendidikan (e-education)
Kehadiran
dan kecepatan Perkembangan teknologi informasi atau TI di Indonesia telah
menyebabkan terjadinya proses perubahan dramatis dalam segala aspek
kehidupan. Kehadiran TI tidak memberikan pilihan lain kepada dunia
pendidikan selain turut serta dalam memanfaatkannya. TI sekarang ini
memungkinkan terjadinya proses komunikasi yang bersifat global dari dan ke
seluruh penjuru dunia sehingga batas wilayah suatu negara menjadi tiada dan
negara – negara di dunia terhubungkan menjadi satu kesatuan yang disebut global
village atau desa dunia. Melalui Pemanfaatan TI, siapa saja dapat memperoleh
layanan pendidikan dari institusi pendidikan mana saja. di mana saja, dan kapan
saja dikehendaki.
Dunia
pendidikan dapat memanfaatkan berkembangnya TI ini dengan sebaik – baiknya dan
semestinya. Pemanfaatan TI dalam pembelajaran dipercaya dapat:
a. meningkatkan kualitas pembelajaran,
b. mengembangkan keterampilan TI (IT
skills) yang diperlukan oleh siswa ketika bekerja dan dalam kehidupannya nanti,
c. memperluas akses terhadap pendidikan
dan Pembelajaran,
d. menjawab the technological
imperative” (keharusan berparpartisipasi dalam TI).
e. mengurangi biaya pendidikan.
f. meningkatkan rasio biaya manfaat
dalam pendidikan.
Sistem
pendidikan yang tidak memanfaatkan TI akan menjadi kadaluarsa dan kehilangan
kredibilitasnya. Namun, di sisi lain ada juga pendapat yang menyatakan
bahwa situasi ini lebih disebabkan oleh adanya konspirasi yang mengakibatkan
terjadinya ketergantungan dunia pendidikan terhadap TI. Kedua pendapat itu
tidak perlu diperdebatkan karena memiliki kesahihan tersendiri dan persepektif
yang berbeda.Justru, yang seharusnya menjadi perhatian adalah bagaimana dampak
TI terhadap sistem pendidikan, terutama sistem pembelajaran, serta bagaimana strategi Pemanfaatan TI
dalam pembelajaran?Tentunya, untuk semua itu diperlukan langkah – langkah strategis
agar dapat diperoleh hasil
yang optimal.
Pembelajaran
merupakan salah satu subsistem yang tidak luput dari arus perubahan yang disebabkan oleh kehadiran TI yang sangat
intrusive.Dengan segala atributnya, TI menjadi hal yang tidak dapat dihindarkan
lagi dalam sistem pembelajaran di kelas.Beragam kemungkinan ditawarkan oleh TI
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Di antaranya ialah :
1) TI untuk peningkatan dan
pengembangan kemampuan profesional tenaga pengajar,
2) TI sebagai sumber belajar dalam pembelajaran,
3) TI sebagai alat bantu interaksi
pembelajaran. dan
4) TI sebagai wadah pembelajaran, termasuk juga perubahan paradigma
pembelajaran yang diakibatkan oleh pemanfatan TI dalam pembelajaran.
c)
Peranan Teknologi Informasi di Bidang Kedokteran (Medis)
Kesehatan
merupakan salah satu bidang yang paling menjanjikan untuk ditingkatkan dengan
bantuan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan di negara-negara
berkembang untuk memfasilitasi konsultasi, diagnosa, dan pengobatan jarak jauh
(telemedicine). Para dokter di
tempat-tempat terpencil dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk memperoleh
keterampilan dan pengalaman profesional sejawatnya di lembaga rujukan di
perkotaan. Pekerja-pekerja kesehatan di negara berkembang dapat mengakses
pelatihan medis yang relevan melalui mekanisme yang dimungkinkan oleh teknologi
informasi. Beberapa situs baru di internet mengenai malaria digunakan pakar
kesehatan untuk menyebarluaskan modul-modul ajar dan uji (teach and test) yang
inovatif untuk mengukur kesehatan sendiri. Bank data terpadu yang dihubungkan
jaringan teknologi informasi memungkinkan para pekerja kesehatan mengikuti
perkembangan yang melaju pesat di bidang kesehatan.
Teknologi
informasi yang diaplikasikan pada bidang medis dapat digunakan untuk menangani
transaksi yang berhubungan dengan karyawan, juru medis, dan pasien. Seperti
digunakan untuk mencatat hasil rekaman medis pasien secara elektronis, mencari
informasi tentang seorang pasien apakah masih menginap di rumah sakit atau tidak
serta ada di kamar mana, pengunjung dapat berinteraksi secara langsung dengan
terminal yang telah disediakan untuk keperluan itu. Teknologi informasi juga
digunakan untuk mencatat CT Scan (Computer Tomography), yaitu peralatan yang
mampu memotret bagian dalam dari seorang pasien tanpa melakukan pembedahan,
yakni dengan menggunakan teknologi sinar X.
d)
Peranan Teknologi Informasi di Bidang Kepolisian
Kepolisian
menggunakan teknologi informasi untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti
dalam proses pembuatan SIM yang melibatkan komputer, kamera digital, perekam
sidik jari,dan pencetak kartu SIM yang dimungkinkan pembuatannya hanya dalam
waktu singkat.
Teknologi
pengenalan wajah (Face recognition) dapat digunakan untuk mengenali wajah-wajah
para pelaku tindak kriminal yang telah tersimpan dalam basis data didasarkan
pada suatu sketsa wajah atau foto.
e)
Peranan Teknologi Informasi di Bidang Perdagangan
Sampai dua ratus tahun yang lalu
ekonomi dunia bersifat agraris dimana salah satu ciri utamanya adalah tanah
merupakan faktor produksi yang paling dominan.Sesudah terjadi revolusi
industri, dengan ditemukannya mesin uap, ekonomi global ber-evolusi ke arah
ekonomi industri dengan ciri utamanya adalah modal sebagai faktor produksi yang
paling penting. Menjelang peralihan abad sekarang inl, cenderung manusia
menduduki tempat sentral dalam proses produksi, karena tahap ekonomi yang
sedang kita masuki ini berdasar pada pengetahuan (knowledge based) dan
berfokus pada informasi (information focused). Dalam hal ini teknologi
informasi
memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology).
Kemajuan
teknologi informasi begitu pesat, sehingga memungkinkan diterapkannya cara-cara
baru yang lebih efisien untuk produksi, distribusi dan konsumsi barang dan
jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke dalam Masyarakat atau Ekonomi
Informasi. Masyarakat baru ini juga sering disebut sebagai masyarakat pasca
industri.
Apapun
namanya, dalam era informasi, jarak fisik atau jarak geografis tidak lagi
menjadi faktor dalam hubungan antar manusia atau antar lembaga usaha, sehingga
jagad ini menjadi suatu dusun semesta atau “Global village”.Sehingga
sering kita dengar istilah “jarak sudah mati” atau “distance is dead” makin
lama makin nyata kebenarannya.
f)
Peranan Teknologi Informasi di Bidang Perancangan Produk
Merancang produk dengan teknologi informasi merupakan sesuatu yang telah
umum dilakukan. Dengan menggunakan perangkat lunak yang bernama CATIA (Computer
Aided Three Dimensional Interactive Application) buatan Dassault System,
Prancis, sebuah pabrik dapat merancang mobil atau pesawat terbang tanpa
menggunakan kertas. Dodge dan Daimler Crysler merupakan contoh perusahaan yang
mengandalkan perangkat lunak ini untuk mewujudkan desain mobil beserta
komponen-komponennya dan bahkan untuk mengujinya.
Boeing Company, industri pesawat terbang terbesar di Amerika , juga
menggunakan CATIA untuk merancang pesawat terbang. Hal yang menarik adalah
dengan menggunakan software tersebut perusahaan ini membuat inovasi yang
melibatkan pelanggan dalam melaksanakan perancangan dan pengujian. Software
yang digunakan oleh industri pesawat terbang di Indonesia IPTN. Sementara itu
PT. PAL Indonesia telah lama menggunakan perangkat lunak CAD-CAM bernama Foran
untuk mendesain dan membuat kapal.
Selain itu, perancang rumah dapat menggunakan perangkat lunak yang khusus
ditujukan untuk keperluan itu, misalnya 3D Home Architect (Broderbund
Software.inc), dengan program ini perancang dapat membuat tata letak ruangan kemudian
melihat hasilnya dalam bentuk tiga dimensi.
g)
Peranan Teknologi Informasi di Bidang Pemerintahan (e-government).
E-government mengacu pada penggunaan
teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan
internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis,
dan kegiatan lainnya. Bisa merupakan suatu proses transaksi bisnis antara
publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi dan jaringan internet, lebih
umum lagi dikenal sebagaiworld wide web. Pada intinya e-government adalah
penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara
pemerintah dan pihak-pihak lain. penggunaan teknologi informasi ini kemudian
menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen),
G2B (Government to Business), dan G2G (Government to Government).
Manfaat e-government yang dapat dirasakan antara lain:
(1) Pelayanan servis yang lebih baik
kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam
seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dari
kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.
(2) Peningkatan hubungan antara
pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum.
Adanya
keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak
menjadi lebih baik.Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan
dari semua pihak.
(3) Pemberdayaan masyarakat melalui
informasi yang mudah diperoleh. Dengan
adanya
informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan
pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya
tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online
dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya.
(4) Pelaksanaan pemerintahan yang lebih
efisien. Sebagai contoh, koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melalui e-mail atau
bahkan video conference. Bagi Indonesia yang luas areanya sangat
besar, hal ini sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara
pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa kesemuanya harus berada pada lokasi fisik
yang sama. Tidak lagi semua harus terbang ke Jakarta untuk pertemuan yang hanya
berlangsung satu atau dua jam saja.
Tuntutan
masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan
oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan
sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on- line
antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data
dan informasi terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik.Dalam sektor
pemerintah, perubahan lingkungan strategis dan kemajuan teknologi mendorong
aparatur pemerintah untuk mengantisipasi paradigma baru dengan upaya
peningkatan kinerja birokrasi serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya
pemerintah yang baik (good govermance).Hal terpenting yang harus
dicermati adalah sektor pemerintah merupakan pendorong serta fasilitator dalam
keberhasilan berbagai kegiatan pembangunan, oleh karena itu keberhasilan
pembangunan harus didukung oleh kecepatan arus data dan informasi antar
instansi agar terjadi keterpaduan sistem antara pemerintah dengan pihak
penggunan lainnya.Upaya percepatan penerapan e- Government, masih
menemui kendala karena saat ini belum semua daerah menyelenggarakannya.Apalagi
masih ada anggapan e-Government hanya membuat web site saja
sosialisasinya tidak terlaksana dengan optimal. Namun berdasarkan Inpres,
pembangunan sistem informasi pemerintahan terpadu ini akan terealisasi sampai
tahun 2005 mendatang. Kendati demikian yang terpenting adalah menghapus opini
salah yang menganggap penerapan e-Government ini sebagai
sebuah proyek, padahal merupakan sebuah sistem yang akan memadukan subsistem
yang tersebar di seluruh daerah dan departemen.
h)
Peranan Teknologi Informasi di Bidang Sosial
Dalam
masyarakat miskin, kelompok yang kurang beruntung dan terpinggirkan biasanya
mengalami kendala dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi, sama
seperti kesulitan mereka dalam memperoleh dan memanfaatkan sumber-sumber daya
lainnya.
Teknologi
informasi dalam bentuk komunitas multimedia atau telecentre, terutama di
tingkat pedesaan dapat bertindak sebagai titik akses untuk keterhubungan
komunitas, pengembangan kemampuan lokal, pengembangan materi dan komunikasi.
Juga berfungsi sebagai pusat penerapan strategi teknologi informasi seperti
pendidikan jarak jauh, layanan informasi kesehatan jarak jauh, bantuan untuk
usaha-usaha kecil, menengah dan kredit mikro, promosi e-commerce, pengelolaan
lingkungan, dan pemberdayaan wanita dan remaja. Jika layanan-layanan demikian
memiliki kepedulian akan masyarakat yang sangat miskin, maka efektifitas
teknologi informasi dapat diarahkan kepada mereka. Mereka menggunakan teknologi
informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat miskin akan program-program
pemerintah dan bantuan-bantuan yang menjadi hak mereka.
i)
Peranan Teknologi Informasi di Bidang Kebudayaan
Teknologi informasi dapat menguntungkan, sekaligus
mengancam kebudayaan indonesia. Mengancam, karena dapat menggulung
kebudayaan-kebudayaan setempat dalam proses globalisasi yang tak terbendung.
Akan tetapi teknologi juga dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk membantu
kelompok-kelompok yang terancam agar dapat menghadapi arus globalisasi secara
positif dan sesuai dengan kemauan mereka. Mereka ingin agar teknologi informasi
dan komunikasi meluruskan ketimpangan dengan merekam sejarah lisan dan silsilah
mereka.
j)
Peranan Teknologi Informasi dalam menciptakan Lapangan Kerja
Berkat
pemanfaatan teknologi informasi maka terbuka dua bidang lapangan kerja.
Pertama, para pencari pekerjaan dapat menggunakan teknologi informasi untuk
mencari peluang kerja di kota atau daerah terdekat. Kedua, mereka dapat
melakukan pekerjaan baru yang tercipta akibat pemakaian teknologi informasi.
Masyarakat miskin di pedesaan kekurangan kesempatan kerja karena kebanyakan
mereka tidak dapat mengakses informasi tentang hal itu. Salah satu manfaat
teknologi informasi adalah menyediakan layanan online untuk menawarkan
kesempatan kerja melalui pertukaran informasi kesempatan kerja secara
elektronik di kantor ketenagakerjaan atau instansi penempatan kerja lainnya
.
k)
Peranan Teknologi Informasi di Bidang Pertanian
Teknologi
informasi dapat memberikan informasi yang berharga kepada para petani dalam
bentuk pemeliharaan tanaman dan hewan, pemberian pupuk dan pakan hewan,
pengurangan dampak kemarau, pemberantasan hama, irigasi, ramalan cuaca, sumber
benih dan harga pasaran. Kegunaan teknologi informasi juga menguntungkan para
petani dalam hal memungkinkan mereka ikut serta dalam kegiatan advokan dan
kooperasi.
Penggunaan IT dalam sebuah organisasi sangatlah penting, untuk menerapkan
IT haruslah dilihat karakteristik organisasi tersebut. Apakah dengan IT mampu
meningkatkan efisiensi sebuah perusahaan, sehingga dalam penerapan IT
dibutuhkan orang yang handal yang dapat berjalan dengan baik. Peran
teknologi informasi bagi sebuah perusahaan
dapat kita lihat dengan menggunakan kategori yang diperkenalkan oleh G.R.
Terry, ada 5 peranan mendasar teknologi informasi di sebuah perusahaan, yaitu:
1) Fungsi Operasional akan membuat struktur
organisasi menjadi lebih ramping telah diambil alih fungsinya oleh teknologi
informasi. Karena sifat penggunaannya yang
menyebar di seluruh fungsi organisasi, unit terkait dengan manajemen teknologi
informasi akan menjalankan fungsinya sebagai supporting agency dimana teknologi
informasi dianggap sebagai sebuah firm infrastructure.
2) Fungsi Monitoring and Control mengandung arti bahwa
keberadaan teknologi informasi akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan
dengan aktivitas di level manajerial embedded di dalam setiap fungsi manajer,
sehingga struktur organisasi unit terkait dengannya harus dapat memiliki span
of control atau peer relationship yang memungkinkan terjadinya interaksi
efektif dengan para manajer di perusahaan terkait.
3) Fungsi Planning and Decision mengangkat teknologi informasi ke tataran peran yang lebih strategis lagi karena keberadaannya
sebagai enabler dari rencana bisnis perusahaan dan merupakan sebuah knowledge
generator bagi para pimpinan perusahaan yang dihadapkan pada realitas untuk
mengambil sejumlah keputusan penting sehari-harinya. Tidak jarang perusahaan
yang pada akhirnya memilih menempatkan unit teknologi informasi sebagai bagian
dari fungsi perencanaan dan/atau pengembangan korporat karena fungsi strategis
tersebut di atas.
4) Fungsi Communication secara prinsip termasuk ke
dalam firm infrastructure dalam era organisasi moderen dimana teknologi
informasi ditempatkan posisinya sebagai sarana atau media individu perusahaan
dalam berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi, dan berinteraksi.
5) Fungsi Interorganisational merupakan sebuah peranan
yang cukup unik karena dipicu oleh semangat globalisasi yang memaksa perusahaan
untuk melakukan kolaborasi atau menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan
lain. Konsep kemitraan strategis atau partnerships berbasis teknologi informasi
seperti pada implementasi Supply Chain Management atau Enterprise Resource
Planning membuat perusahaan melakukan sejumlah terobosan penting dalam
mendesain struktur organisasi unit teknologi informasinya. Bahkan tidak jarang
ditemui perusahaan yang cenderung melakukan kegiatan pengalihdayaan atau
outsourcing sejumlah proses bisnis terkait dengan manajemen teknologi
informasinya ke pihak lain demi kelancaran bisnisnya. Tipe dan fungsi peranan
teknologi informasi ini secara langsung akan berpengaruh terhadap rancangan
atau desain struktur organisasi perusahaan; dan struktur organisasi departemen,
divisi, atau unit terkait dengan system informasi, teknologi informasi, dan
manajemen informasi.
Ada 6 Fungsi dari Teknologi Informasi:
a. Menangkap
(Capture), Mengkompilasikan catatan - catatan rinci dari aktivitas - aktivitas.
Misalnya menerima inputan dari keyboard, scanner, mic, dsb.
b. Mengolah
(Processing), Mengolah/memproses data masukan yang diterima untuk menjadi
informasi. Pengolahan/pemrosesan data dapat berupa mengkonversi(mengubah data
ke bentuk lain), menganalisis (analisa kondisi), menghitung (kalkulasi),
mensintesis (penggabungan) segala bantuk data dan informasi.
c. Menghasilkan (Generating), Menghasilkan atau
mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk yang berguna. Misalnya
laporan-laporan, table, grafik, dsb.
d. Menyimpan
(Storage) ,Merekam atau menyimpan data dan informasi dalam suatu media yang
dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Misalnya : simpan ke harddisk, tape,
disket, CD, dsb.
e. Mencari
kembali (Rertrival), menelusuri, mendapat kembali informasi atau mengkopi
(Copy) data dan informasi yang sudah tersimpan. Misalnya mencari kembali
supplier yang sudah lunas, dsb.
f. Mentransmisi (Transmision), mengirim data dan informasi dari suatu lokasi ke lokasi lain melalui jaringan komputer. Misalnya mengirimkan data penjualan dari user A ke user lainnya, dsb.
Dampak
yang diberikan dari teknologi informasi antara lain:
Dampak Positif:
a) Informasi
yang disampaikan lebih up to date dan akurat karena prosesnya cepat
b) Kemudahan
memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang
terjadi.
c) Media
pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide
web / jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat
saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
d) Dengan
internet dapat menghemat biaya dan tenaga yang dikeluarkan bila dibandingkan dengan
bertukar informasi melaluipos surat.
e) Komunikasi
jarak jauh pun menjadi sangat cepat dan praktis.
f) Kemudahan
bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi
menuju ke tempat penawaran/penjualan.
g) Bisa
digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan
lain-lain.
Dampak Negatif:
a) Penipuan
Hal
ini memang merajalela di bidang manapun.Internet pun tidak luput dari serangan
penipu.Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi
informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
b) Pornografi
Anggapan
yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah.Di
internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa
mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
c) Perjudian
Dengan
jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk
memenuhi keinginannya.
d) Violence
and Gore
Kekejaman
dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia
internet tidak terbatas, salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat
tabu.
e) Carding
Pembajakan
kode kartu kredit yang dilakakukan para penjahat ketika pengguna sedang
menggunakan transaksi online(real time).
BAB III
PENUTUP
3.1. Simpulan
Perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat
dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen
teknologi informasi, seperti perangkat keras dan perangkat lunak komputer;
sistem jaringan baik berupa LAN ataupun WAN dan sistem telekomunikasi yang akan
digunakan untuk mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi
informasi masih terus meningkat. Hal ini, bisa terlihat dengan banyaknya jenis
pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai
bidang, juga jumlah SDM berkemampuan di
bidang teknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah
penduduk Indonesia.
Peran Teknologi Informasi dalam kehidupan kita dimasa
mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang
paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi
pemimpin dalam dunianya. Teknologi informasi banyak berperan dalam
bidang-bidang antara lain :e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy,
dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.
3.1. Saran
Semogamalakah yang saya buat tentang teknologi
informasi dapat bermanfaat untuk semua pihak dalam hal yang positif, agar bisa
membangun yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Garrardus Polia 2O01. Penerpan e-Education diperguruan
tinggi Tantangan Perkembangan
Tehnologi
Informasi . Makalah
seminar Nasional Matematika
XI di Universitas Negeri Malang.
Khoiruddin
Bashori. 2001 Kelas Bukan
“Kuburan”. Majalah Gerbang: Majalah
Natakusumah,
E.K.2002. “Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia.”, Pusat
Penelitian informatika – LIPI Bandung.
Natakusumah,
E.K. 2002 “Perkembangan Teknologi Informasi untuk Pembelajaran Jarak
Jauh.”, Orasi Ilmiah disampaikan pada
Wisuda STMIK BANDUNG.
Prayoto, 2002 “Menyoal Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia”,
Fakultas Teknik
UNIKOM, Bandung
Surya
Muhammad. Potensi Tehnologi dan komunikasi dalam peningkataan mutu
pembelajaran di kelas. Pustekkom Depdiknas, 2006
The
World Bank Group, E-government definition; http://www1.
worldbank.org/publicsektor/
egov/definition.htm.
Tim Koordinasi Telematika Indonesia. 2001 “Kerangka Teknologi Informasi
Nasional”,
Jakarta, Teknologi
Informasi dan Komunikasi 1. 2007
Mahfud Ali. Gunawan.